Hotel Queen di Sungai Nyamuk, yang dibangun salah seorang pengusaha Sebatik.


Nunukan
- Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Nunukan, Hajjah Nursan mengatakan, selama ini pesatnya pembangunan khususnya menyangkut perekonomian warga di Pulau Sebatik, nyaris tanpa sentuhan Pemkab Nunukan.

Nursan kecewa melihat hasil pembangunan di Pulau Sebatik. Selama 10 tahun menjadi bagian dari Kabupaten Nunukan, pembangunan yang mencolok hanya Kantor Kecamatan Sebatik Barat.

"Untuk infrastrukturnya, dari kuantitas memang bertambah tetapi dari kualitasnya tidak berjalan. Kita akui APBD memang sangat besar masuk ke Sebatik, namun pertanyaannya kemana uang yang banyak itu?" katanya.

Selama ini, pembangunan di Kecamatan Sebatik lebih banyak dipengaruhi kreatifias warga setempat.

"Hal ini sudah bisa dibuktikan bahwa Sebatik itu ada, cahaya pembangunan di sini bukan karena Pemkab Nunukan. Tetapi itu karena hasil karya warga Sebatik. Saya tidak bisa katakan tidak ada intervensi APBD, karena APBD memang ada dan alokasinya yang paling besar setiap tahun ada di Sebatik. Tetapi itu yang saya katakan tadi, hasil yang ada selama ini justru orang Sebatik sendiri yang membangun," katanya. (*)