Nunukan - Meskipun berada persis di perbatasan RI-Malaysia, sejumlah desa di Kecamatan Sebatik kondisinya masih sangat memprihatinkan. Camat Sebatik Haji Junaidi mengatakan, akses jalan menuju sejumlah desa masih sangat memprihatinkan. Begitu pula dengan listrik yang belum terjangkau hingga ke pedesaan.Sebatik : Jalan dan Listrik Kebutuhan Mendesak di Kecamatan Sebatik
Nunukan - Meskipun berada persis di perbatasan RI-Malaysia, sejumlah desa di Kecamatan Sebatik kondisinya masih sangat memprihatinkan. Camat Sebatik Haji Junaidi mengatakan, akses jalan menuju sejumlah desa masih sangat memprihatinkan. Begitu pula dengan listrik yang belum terjangkau hingga ke pedesaan.Nunukan : Faridil Tarik Berkas Pencalonan Bupati Nunukan
Nunukan - Kepala Dinas Perhubungan Nunukan, Faridil Murad, menarik berkas dari bursa penjaringan calon kepala daerah DPC PDIP Perjuangan Nunukan. Belum diketahui pasti alasan penarikan berkas tersebut. “Benar, Senin (21/6/2010) kemarin Pak Faridil sudah menarik berkasnya,” kata Sekretaris Tim Penjaringan Kepala Daerah DPC PDIP Nunukan, Danil Duma Kombongan.
Menurut Danil, penarikan berkas pencalonan yang diajukan Faridil ke PDIP dilakukan perwakilannya. Sebelumnya, Faridil bersama lima orang lainnya mengembalikan formulir dan melengkapi berkas pencalonan sebagai Balon Bupati ke Sekretariat Tim Penjaringan Kepala Daerah DPC PDIP Nunukan.
Pendaftar yang mengembalikan formulir sebagai kandidat Balon Bupati Nunukan yaitu, Yuses, Suwardi Haji Manja, Dandim 0911/Nunukan Letkol Inf Drs Basri, Kepala UPTD Dispenda Kaltim di Nunukan Thomas Alfa Edison, Kepala Dinas Perhubungan Nunukan Faridil Murad dan Suyono.
Sementara mantan Ketua DPC PDIP Nunukan Hendri Abung dan Parris Paulus memilih mendaftar sebagai Balon Wakil Bupati Nunukan. (*)
Baca Selengkapnya......Sebatik : Kantor dan Rumah Camat Sebatik Rusak Parah
Nunukan - Camat Sebatik, Haji Junaidi, berharap pemerintah bisa memberikan perhatian terhadap bangunan kantor dan rumah jabatan Camat Sebatik. Sebab kondisinya sangat memprihatinkan.
“Rumah jabatan camat sudah tidak layak huni,” ujar Junaidi, Selasa (22/6/2010)
Untuk rumah jabatan, selain plapon yang sudah mulai jebol, WC juga dalam keadaan buntu. Kondisi demikian juga dialami bangunan Kantor Camat yang beralamat di Desa Tanjung Karang ini. Selain mengalami kerusakan di sejumlah bagian bangunan, halaman kantor juga tak henti-hentinya terendam air.
“Halaman kantor penuh air, di sini banjir terus halamannya. Harusnya ini segera di timbun dan diberikan paving blok. Ini sudah lama terjadi tapi belum diperbaiki. Maunya Dinas Pekerjaan Umum Nunukan bisa melihat kondisi kami di sini, jangan cuma tandatangan SPPD saja baru datang sama Camat Sebatik,” keluhnya.
Bangunan kantor dinilai sudah sangat sempit sehingga membuat suasana kerja tidak kondusif. Karena itu, kata Junaidi, sudah selayaknya diadakan penambahan ruangan di Kantor Camat Sebatik.
“Tidak ada ruangan Sekcam. Kepala seksi-kepala seksi juga kepenuhan sehingga harus ada penambahan ruangan kerja. Masak camatnya sudah oke, penampilan kantor camat masih begini?” katanya.
Dari seluruh Kantor Camat di Kabupaten Nunukan, hanya Kantor Camat Sebatik yang belum pernah di rehabilitasi. Bangunan tersebut merupakan peninggalan Pemerintah Kabupaten Bulungan.
“Memang di sini paling memperhatinkan. Bangunan belum pernah direhabilitasi sama sekali sejak jaman Bulungan,” katanya.
Persoalan lain yang diharapkan bisa menjadi perhatian Pemkab Nunukan yakni pembangunan Balai Pertemuan Umum (BPU). Bangunan itu dinilai sangat penting untuk pelaksanaan acara-acara pemerintahan.
“Masak Kecamatan Sebatik Barat yang merupakan hasil pemekaran Sebatik sudah punya gedung BPU, sementara di Sebatik harus menyewa gedung kalau ada acara? Seperti pelantikan pegawai negeri sipil (PNS) yang lalu, kami harus menyewa ruangan di Hotel Anyiar,” katanya. (*)
Baca Selengkapnya......Nunukan : Haji Ramli Klaim Pantai Eching Resmi Miliknya
Menikmati suasana Pantai Eching Nunukan.
Nunukan - Meskipun Pemkab Nunukan telah menegaskan jika Pantai Eching merupakan tanah milik negara, namun pengusaha Nunukan, Haji Ramli tidak akan menghentikan proyek pembangunan sarana wisata yang kini sedang berjalan.
Ia mengklaim, tanah yang akan digunakan untuk sarana wisata tersebut adalah sah miliknya. Hal tersebut dibuktikan dengan akte jual beli yang pengalihannya dilakukan tahun 2006. Akte tersebut ditandatangani Camat Nunukan, Sudi Hermanto. "Ada surat-suratnya saya pegang," kata Ramli, Senin (21/6/2010).
Sejak awal tanah itu merupakan milik Ramli. Namun, tanah itu kemudian dijual kepada Haji Abdullah. Rencananya Abdullah akan menggarap sarana wisata di kawasan tersebut. Hanya saja Pemkab Nunukan menolak memberikan izin dengan alasan, kawasan tersebut masih termasuk tanah milik negara.
Belakangan tahun 2004, Haji Ramli kembali mengambil alih kepemilikan tanah tersebut dan secara resmi terjadi pengalihan pada tahun 2006. Ramli memberikan kompensasi dua mobil mewah kepada Abdullah atas pengalihan kembali tanah tersebut.
Untuk pembangunan sarana wisata di pantai tersebut, Haji Ramli menyiapkan dana sebesar Rp 6 miliar. Ia menawarkan kepada Pemkab Nunukan untuk bersama-sama mengelola pantai tersebut.
"Harusnya kan Pemkab Nunukan bersyukur kepada pengusaha, karena ada yang mau berbuat. Sebagai warga Nunukan dan pengusaha, saya merasa prihatin karena Pemkab Nunukan tidak mengelola pantai ini dengan baik. Kalau mau kerjasama boleh saja, nanti dananya kita sama-sama. Kalau lahan itu mau dibeli juga boleh asalkan harganya layak," katanya.
Rencananya sarana wisata yang akan dibangun ini akan dikomersialkan kepada setiap warga yang berkunjung.
Ramli dengan investasi sebesar Rp 6 miliar akan membangun sarana wisata yang lengkapi dengan permainan anak-anak dan sejumlah cottage yang memungkinkan warga menginap untuk menikmati suasana pantai di malam hari.
Untuk kebutuhan jajanan para wisatawan, akan disediakan restoran mewah yang menyediakan berbagai aneka hidangan. Dengan begitu, untuk berwisata, mereka tidak perlu lagi harus membawa bekal dari rumah.
"Untuk pembangunan ini arsiteknya kita datangkan dari Makassar. Kemungkinan nanti akan dibangun kolam renang air tawar dan air asin di sekitar pantai ini. Dengan investasi murni sebesar Rp 6 miliar, kami juga akan membuat sarana outbond dan futsal," kata Ramli.
Saat ini proyek tersebut sudah berjalan dan diperkirakan rampung kurang dari setahun. (*)
Nunukan : Pemkab Nunukan Kaget Pantai Eching Dibangun Swasta
Nunukan - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Nunukan, Hanafiah kaget begitu tahu, pengusaha Nunukan Haji Ramli mulai menggarap sarana wisata di Pantai Eching Nunukan."Pantai itu milik negara, kok dikomersialkan?" kata Hanafiah, Senin (21/6/2010) saat dikonfirmasi Tribun. Apalagi, selama ini Pemkab Nunukan sudah menggelontorkan dana hingga Rp 700 juta untuk pembangunan siring, tempat berteduh dan kamar ganti pakaian.
Lagi pula, pembangunan sarana wisata di tempat tersebut harusnya melalui proses analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).
Pengusaha Nunukan, Haji Ramli dengan investasi sebesar Rp 6 miliar rencananya akan membangun sarana wisata yang lengkapi dengan permainan anak-anak dan sejumlah cottage yang memungkinkan warga menginap untuk menikmati suasana pantai di malam hari.
Untuk kebutuhan jajanan para wisatawan, akan disediakan restoran mewah yang menyediakan berbagai aneka hidangan. Dengan begitu, untuk berwisata, mereka tidak perlu lagi harus membawa bekal dari rumah.
"Untuk pembangunan ini arsiteknya kita datangkan dari Makassar. Kemungkinan nanti akan dibangun kolam renang air tawar dan air asin di sekitar pantai ini. Dengan investasi murni sebesar Rp 6 miliar, kami juga akan membuat sarana outbond dan futsal," kata Ramli.
Saat ini proyek tersebut sudah berjalan dan diperkirakan rampung kurang dari setahun. (*)
Nunukan : Investasi Pantai Eching Nunukan Capai Rp 6 Miliar
Pembangunan Pantai Eching Nunukan
Nunukan - Pengusaha Nunukan, Haji Ramli mulai menggarap Pantai Eching Nunukan. Penataan pantai di sekitar Mako Pangkalan Angkatan Laut Nunukan itu, akan menelan investasi sebesar Rp 6 miliar.
Haji Ramli kepada Tribun mengatakan, pantai yang selama ini banyak dikunjungi warga Nunukan tersebut akan dijadikan sarana wisata yang lengkap dengan sejumlah permainan anak-anak dan sejumlah cottage yang memungkinkan warga menginap untuk menikmati suasana pantai di malam hari.
Untuk kebutuhan jajanan para wisatawan, akan disediakan restoran mewah yang menyediakan berbagai aneka hidangan. Dengan begitu, untuk berwisata, mereka tidak perlu lagi harus membawa bekal dari rumah.
"Untuk pembangunan ini arsiteknya kita datangkan dari Makassar. Kemungkinan nanti akan dibangun kolam renang air tawar dan air asin di sekitar pantai ini. Dengan investasi murni sebesar Rp 6 miliar, kami juga akan membuat sarana outbond dan futsal," katanya.
Nantinya, kata dia, sejumlah pemukiman yang masih berada di sekitar Pantai Eching akan direlokasi. Pemilik rumah akan diberikan kompensasi rumah di tempat lain.
Proyek itu sendiri mulai dikerjakan sejak sebulan lalu. Dari pantaian Tribun, sejumlah alat berat mulai melakukan kegiatan meratakan tanah. Pada tahap awal ini dilakukan penyiringan batu. Direncanakan dalam waktu kurang setahun, proyek ini telah rampung. (*)
Nunukan : Berkas Balon Bupati-Wakil Bupati Nunukan Diverifikasi di Samarinda
Nunukan - Tim Penjaringan Kepala Daerah DPC PDIP Nunukan, hingga penutupan pendaftaran Minggu (20/6/2010) malam telah menerima formulir dan berkas dari delapan pendaftar.Sekretaris Tim Penjaringan Kepala Daerah DPC PDIP Nunukan, Danil Duma Kombongan mengatakan, setelah penutupan pendaftaran ini pihaknya akan melakukan verifikasi berkas mulai hari ini hingga Rabu (30/6/2010) mendatang.
"Berkas ini akan dibawa ke Samarinda untuk diverifikasi lebih lanjut," katanya, Senin (21/6/2010) saat memberikan keterangan pers.
Verifikasi akan dilakukan tim yang beranggotakan lima orang terdiri dari, tiga unsur Pengurus DPC PDIP Nunukan dan dua dari unsur DPD PDIP Kaltim.
"Selambat-lambatnya lima hari setelah berkas diverifikasi di Samarinda, kita akan mengumumkan calon-calon yang lolos seleksi berkas," katanya.
Pendaftar yang mengembalikan formulir sebagai kandidat Balon Bupati Nunukan melalui DPC PDIP Nunukan yaitu, Yuses, Suwardi Haji Manja, Dandim 0911/Nunukan Letkol Inf Drs Basri, Kepala UPTD Dispenda Kaltim di Nunukan Thomas Alfa Edison, Kepala Dinas Perhubungan Nunukan Faridil Murad dan Suyono. Sementara mantan Ketua DPC PDIP Nunukan Hendri Abung dan Paris Paulus memilih mendaftar sebagai Balon Wakil Bupati Nunukan.
Selanjutnya seminggu setelah pengumuman, calon yang lolos verifikasi berkas harus turun ke kecamatan untuk melakukan sosialisasi.
"Nanti akan kita bicarakan dengan kandidat, apakah mereka akan melakukan sosialisasi sendiri-sendiri atau sekalian sama-sama saja," katanya.
Pasca sosialisasi, para pimpinan partai tingkat kecamatan akan diundang menghadiri Konferensi Cabang Khusus (Konfercabsus) yang kemungkinan besar akan dihadiri pengurus DPD dan DPP PDID. Dalam pertemuan itu, masing-masing kecamatan akan merekomendasikan Balon Bupati dan Balon Wakil Bupati.
Pemilihan Umum Kepala Daerah Nunukan akan digelar tahun depan. Rencananya, KPU Nunukan akan membuka pendaftaran Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Nunukan pada Oktober 2010. (*)
Search
Nunukan Searching
Kategori Berita Di Kab. Nunukan
- Alun alun Nunukan (8)
- Brimob Kompi 9 Nunukan (1)
- DPRD Nunukan (53)
- Demokrasi di Kab. Nunukan (5)
- Dilema BBM Di Nunukan (1)
- Dilema KTP Nunukan (17)
- Dilema LPG (1)
- Dinas Kesehatan Nunukan (1)
- Disdukcapil Nunukan (9)
- Hutan Lindung Nunukan (75)
- Ilegal Loging di Nunukan (1)
- KPU Nunukan (4)
- Kasus Korupsi di Nunukan (58)
- Kasus Tanah di Nunukan (15)
- Kejaksaan Negeri Nunukan (14)
- Kenapa dinamakan Nunukan (1)
- Kericuhan di Nunukan (3)
- Kisah Sedih Hidup Di Wilayah Perbatasan Nunukan (1)
- Krayan (13)
- LSM Nunukan (5)
- Lanal Nunukan (11)
- Lumbis (2)
- Masalah Perijinan (2)
- Nunukan (461)
- PLBL Lim Hie Djung Nunukan (1)
- Pamtas Nunukan (11)
- Pantai Eching Nunukan (3)
- Partai Politik di Nunukan (32)
- Pemerintahan Daerah Nunukan (55)
- Pemilu Kada Nunukan (17)
- Pencemaran di Nunukan (1)
- Pendidikan di Nunukan (2)
- Perairan Ambalat Nunukan (1)
- Peta Wilayah Nunukan (1)
- Polres Nunukan (14)
- Polsek KP3 Nunukan (1)
- Potensi Alam Nunukan (1)
- Pramuka Kab. Nunukan (25)
- Realita Pendidikan Di Nunukan (20)
- Sat Pol PP Nunukan (12)
- Sebatik (31)
- Sebuku (4)
- Sejarah Terbentuknya Kab. Nunukan (1)
- Sembako di Nunukan (4)
- Sembakung (10)
- Sengketa Tapal Batas Nunukan dan KTT (9)
- TKI Nunukan (10)
- Telekomunikasi Nunukan (5)
- Tempat hiburan yg bermasalah di Nunukan (2)
- Wacana Kaltara (6)
Blog Archive
-
▼
2010
(541)
-
▼
Desember
(9)
- Nunukan : Saksi Enggan Bicara, Kasus Pemotongan Be...
- Nunukan : Nasib Honorer Bodong Nunukan di Tangan T...
- Nunukan : Pendataan Honorer Kategorial Dua di Nunu...
- Sebatik : Warga Sebatik Keluhkan Sulitnya Mengurus...
- Nunukan : Anggaran Pendidikan di Nunukan Merosot Jauh
- Nunukan : Anggaran Dinas PU Kembali Dominasi APBD ...
- Nunukan : LSM Kritik Proyek Asal Jadi di Nunukan
- Nunukan : JPU Nunukan Berwenang Menyidik Kasus Dan...
- Pendaftar Sarjana Capai 840 Peserta untuk wilayah ...
-
▼
Desember
(9)
Timer Penekindi
Alamat Kantor dan Instansi
Popular Pages
Visitors
Site ini Menurut Anda?
Green Science
- Geografi Indonesia (1)
- Konservasi Lingkungan (15)
Tips & Triks
Aneh Tapi Nyata
Kesehatan
- 7 Alasan Mulai Bersepeda (1)
- 9 Tip Agar Tidur Lebih Nyenyak (1)
- Ancaman Bagi Para Perokok (1)
- Awet Muda Berkat Buah Sirsak (1)
- Bahaya Asap Rokok Mengintai (1)
- Berhenti Merokok Manfaatnya Langsung Terasa (1)
- Kesehatan (3)
- Lingkar Pinggang Lebih dari 80 Cm Awas Sakit Jantung (1)
- Manfaat Minum Teh Rosella (2)
- Merokok Haram Hukumnya Dalam Islam (1)
